Situasi sulit akan semakin berat dijalani jika semuanya kita simpan sendirian dalam hati. Kita akan sangat terbantu jika bisa curhat kepada orang lain yang tepat. Curhat membuat beban terasa terangkat.
Kami menyediakan tempat curhat dimana kamu bisa berbagi cerita tentang masalah, dosa, kesulitan atau pengalaman hidup. Semua postingan benar-benar anonim jadi kamu boleh bebas berbagi apapun.
Dengan curhat di sini, kamu akan merasa lega. Dan akan ada harapan lagi dalam hidupmu!


Sudah beberapa tahun saya mendoakan sesuatu kepada Tuhan tapi sampai hari ini saya belum mendapat jawabannya. Dari tahun ke tahun saya bersabar dan berharap mungkin tahun depan, mungkin tahun depan dan terus mungkin tahun depan saya akan mendapatkannya. Terlalu lama tidak ada jawaban sampai saya berada pada titik jenuh dan capek mendoakannya. Saya bingung, saya gak ngerti, sebenarnya doaku didengarkan oleh Tuhan atau tidak? Kenapa orang lain bisa mendapatkan apa yang mereka mau dengan mudah dan cepat sedangkan saya harus menunggu lama bahkan tidak tahu akan dijawab atau tidak? Siapa pun yang baca curhatan saya ini, tolong doakan saya supaya tetap kuat menunggu jawaban doa dari Tuhan.
genjyphyran@gmail.com
Saya mempunyai istri yang mempunyai overthinking negatif yang sangat parah, hal hal kecil selalu ditakutkan, semua nasehatku tidak mempan, dia sedang belajar dan dalam tahap OJT, dia tidak bisa catch up dengan cepat saat OJT karena overthinking nya, sehingga tiap berangkat OJT dia selalu ketakutan, sampai suatu ketika dia bilang ingin mati aja karena merasa jadi orang gagal.
Mohon doanya supaya Tuhan Yesus berikan mukjizat kepada istri saya dan mengubahnya menjadi karakter yang lebih baik lagi
Hari ini puji Tuhan ketemu sama web ini, walaupun agak aneh ya curhat di web tapi gpp karena engga ada tempat curhat lagi. sudah lama isi kepalaku tidak tenang dengan ke-khawatiran akan hari esok tentang pekerjaan untuk sekarang saya menganggur hampir 4 bulan. aku sudah apply dibanyak tempat tapi selalu belum berkat untuk saya. disisi lain saya disuruh cepat menikah karena ada dosa yang saya buat kepada pasangan saya. Puji tuhan pasangan saya sudah bekerja dan puji Tuhan juga kerjanya enak. tetapi disisi lain saya sebagai cowo sering kali merasa insecure karena belum bekerja.
sebelum jauh bercerita tentang pekerjaan, saya ingin bercerita tentang dosa saya, saya melakukan hubungan yang terlarang kepada pasangan saya sebelum pernikahan, saya sering melakukannya dan bisa dibilang sudah kecanduan dan kedua orang tua kita tahu akan hal itu. makanya saya disuruh cepat menikahi pasangan saya.
Dari masalah-masalah itu saya merasa berat dan bertanya kepada Tuhan kenapa begitu berat ya, gatau harus gimana lagi. Saya juga sering berpelayanan, membantu sesama tapi kenapa diberi cobaan seperti ini. Sering nangis sendiri dikamar. Benar kata pendeta yang saya dengarkan di gereja. Kalau kita semakin beriman pada Tuhan cobaan-cobaan yang akan datang juga semakin berat. dan yang terakhir saya doakan pada Tuhan adalah kata2 “When” kapan waktu yang indah yang akan engkau berikan.
Terimakasih buat yang baca, Tuhan Yesus berkati kalian
PART 1
Saya laki laki di usia 40an tahun, sudah menikah dan mempunyai anak. Kehidupan saya bisa dikatakan penuh dengan kasih tuhan Yesus, saya bekerja dan dapat hidup dengan sangat layak. Kebutuhan rumah tangga dan anak anak saya saat ini dapat memenuhi, mereka sangat bahagia. Istri saya IRT dan sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan rumah dan anak anak.
Beberapa tahun lalu, ada karyawan baru di tempat saya bekerja, dalam 1 tahun saya mengenal karyawan itu, tumbuh perasaan dan menyukai karyawan tersebut. Saya sempat mengutarakan perasaan saya kepada karyawan itu, walau respon karyawan itu positif tapi karyawan tersebut tidak memanfaatkan perasaan saya dan walau sedikit banyak hal yg dia mau lakukan seperti: makan diluar berdua, atau WFC berdua, dan dia juga sering bercerita tentang kehidupannya dan kehidupan percintaanya.
Singkat cerita, saya sangat menjaga kehidupan rumah tangga saya, hal yg sangat mendorong saya itu terutama dengan anak saya. saya tidak ingin anak saya menjalani masa kecilnya dengan kondisi rumah tangga yg broken home dan membuat mereka tidak percaya dengan kehidupan berkeluarga. Namun hal itu yg sangat menyiksa bagi saya, saya harus bertahan dan untuk itu saya harus kuat.
PART 2
Hingga akhirnya, saat ini karyawan tersebut bercerita bahwa laki laki yg dekat dengan dia atau “pacar” nya telah pindah kota dan saat ini pindah ke kota yg sama dengan kami, laki laki itu tanpa tunggu lama sudah menemuinya dan mereka sudah mulai jalan berdua lagi. Saat saya mengetahui hal tersebut, batin saya berontak, saya merasakan kesedihan dan takut kehilangannya dan di saat yg sama, dia mendapatkan promosi kenaikan jabatan dan otomatis penyesuaian benefit.
Saat ini apa yg saya rasakan adalah, orang orang disekitar saya mendapatkan apa yang mereka inginkan dalam hidup mereka: seperti pasangan dan harta. Istri saya sangat bahagia karena mempunyai suami seperti saya yg mencukupi kebutuhan hidup dan layak untuknya dan anak anak, begitupun karyawan ini mendapatkan seseorang yg menyayanginya dan mendapatkan kenaikan jabatan seperti yg diinginkannya. Tapi saya harus mengorbankan perasaan saya agar semua orang disekitar saya bahagia.
Apakah kehidupan bisa sekejam ini? Apa yg bisa saya lakukan?