Suasana di bulan ini mulai terasa berbeda. Menjelang sore hari, jalanan sangat ramai. Ada banyak sekali makanan-makanan spesial yang dijual.
Ya, umat Muslim menyebut bulan ini adalah bulan Ramadhan yang kita kenal dengan bulan puasa. Saat jelang puasa umat Muslim sudah bersiap dan menyambutnya dengan senang.
Puasa adalah salah satu ritual yang dilakukan oleh umat beragama. Umat Kristen juga melakukan puasa. Jadi, puasa sangat penting.
Tapi masalahnya tidak semua puasa diterima Allah. Kalau begitu apa sebenarnya tujuan kita berpuasa? Dan bagaimana puasa yang diterima Allah? Mari kita lihat dalam artikel ini.

Manfaat Berpuasa
Berpuasa adalah hal yang sangat baik untuk dilakukan dan memberikan banyak manfaat, baik untuk jasmani /fisik kita maupun kerohanian kita.
Ada beberapa manfaat puasa yang bisa kita rasakan yaitu:
- Meningkatkan keimanan. Saat berpuasa menjadi masa perenungan bagi kita untuk semakin dekat dengan Allah.
- Meningkatkan kesehatan dan sistem imun karena puasa bersihkan racun yang ada dalam tubuh.
- Melatih pengendalian diri dengan menahan diri dari haus dan lapar. Kita belajar untuk kuasai diri.
Dengan berpuasa kita akan memiliki tubuh yang semakin sehat dan hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan.
Tujuan Berpuasa
Saat menjalankan puasa kita pasti memiliki tujuan, bukan? Penting sekali kita tahu apa tujuan kita berpuasa. Tentu saja tujuan utama kita berpuasa agar lebih dekat dengan Sang Pencipta.
Tujuan puasa yang benar bukan untuk mendapatkan penilaian orang lain dan dianggap rohani atau untuk mencari pujian. Kita juga berpuasa bukan untuk membersihkan dosa. Karena dosa kita hanya dapat dihapuskan oleh Allah, bukan dengan puasa.
Allah menginginkan kita berpuasa supaya kita semakin dekat dengan-Nya. Allah ingin dekat dengan kita. Sebab Dia bukanlah Allah yang jauh.
Tujuan lain puasa adalah agar semakin sehat. Sebab puasa sangat baik untuk kesehatan. Ketika berpuasa semua organ pencernaan kita beristirahat. Dalam ilmu kesehatan, kita bisa melihat bagaimana puasa bisa menurunkan kadar gula dan lainnya yang tentunya berguna untuk kesehatan tubuh kita.
Puasa berkaitan dengan motivasi dan hati. Jadi sesungguhnya puasa tidak ditentukan oleh hari atau waktu tertentu untuk berpuasa. Kapanpun kita bisa berpuasa.

Puasa yang Tidak Diterima Allah
Puasa merupakan bagian dari ibadah. Allah menghendaki umat-Nya berpuasa dengan motivasi yang benar agar puasa kita diterima oleh Allah dan berkenan bagi-Nya. Jika puasa kita tidak diterima Allah, maka puasa yang kita lakukan menjadi sia-sia.
Lalu bagaimana puasa yang tidak berkenan atau tidak diterima Allah?
- Puasa yang hanya dilakukan secara fisik yaitu hanya menahan lapar dan haus saja
- Puasa dengan niat yang tidak baik, seperti berpuasa hanya karena takut penilaian orang lain jika tidak puasa atau berpuasa hanya supaya dipuji orang lain.
- Berpuasa dengan tujuan ingin mendapatkan surga. Surga hanya dapat diraih dengan rahmat Allah.
Dalam Kitab Suci menjelaskan, “Kalau kalian berpuasa, janganlah bermuka muram seperti orang yang suka berpura-pura. Mereka mengubah wajahnya supaya orang tahu mereka sedang berpuasa. Ingatlah, itulah upah yang mereka terima” (Matius 6:16, BIS).
Jadi lakukanlah puasa yang sesuai kehendak Allah agar ibadahmu tidak sia-sia.

Bagaimana Puasa yang Diterima oleh Allah?
Kita perlu tahu bagaimana puasa yang Allah terima. Jangan sampai puasa yang selama ini kita lakukan ternyata tidak diterima oleh-Nya.
Allah ingin kita melakukan puasa yang sesuai dengan kehendak-Nya, yaitu:
- Puasa yang dilakukan dengan niat atau motivasi tulus. Motivasi kita berpuasa adalah agar semakin dekat dan mengenal Allah, bukan motivasi untuk kepentingan sendiri. Sebab Allah mengetahui isi hati kita.
- Berpuasa untuk menjalin relasi dan lebih dekat dengan Allah. Allah ingin agar kita semakin dekat dengan-Nya sehingga semakin memahami apa kehendak-Nya.
- Berpuasa untuk mencari petunjuk atau kehendak Allah. Seringkali kita hadapi masalah yang berat dan membutuhkan petunjuk dari Allah.

Bagaimana Agar Semakin Dekat dengan Allah
Allah tahu apa yang ada dalam hati saat kita berpuasa. Karena puasa bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Puasa yang kita lakukan seharusnya bisa membawa lebih dekat pada Allah.
Puasa juga tidak bisa menghapuskan dosa kita. Karena dosa kita hanya bisa dihapus oleh Allah melalui pengorbanan Yesus yang memberikan rahmat keselamatan bagi umat manusia.
Melalui Yesus kita akan semakin dekat dengan Allah. Dalam Kitab Suci Injil, Yesus berkata, “‘Akulah jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup; tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa (Allah), kalau tidak melalui Aku’” (Yohanes 14:6, BIS).
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menerima rahmat Allah ini? Berimanlah kepada Yesus hari ini! Dengan mempercayai Yesus, puasamu akan menjadi berarti dan kamu akan mengalami sendiri hidupmu semakin dekat dengan Allah.
Jadi, mau semakin dekat dengan Allah? Dan apakah puasa yang kamu lakukan selama ini adalah puasa yang benar sehingga Allah menerimanya?
Mari hubungi kami dan kita bisa berdiskusi lebih lanjut di sini.

