• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
My Harapan Sejati

My Harapan Sejati

  • Ruang Curhat
  • Artikel
  • Temukan Harapan
  • Alkitab

Natal: Momen untuk Menerima atau Memberi?

10-12-2025

Semua orang senang menerima sesuatu yang baik, bukan? Menerima selalu membuat kita bahagia.  

Saat kita menerima hadiah, kita gembira. Saat dapat pekerjaan yang baru, kita pun sangat senang. Saat menerima pernyataan cinta dari orang yang disukai, hati kita berbunga-bunga.  

Ya, menerima adalah momen yang buat kita bahagia karena mendapatkan sesuatu. Namun, bagaimana dengan memberi?  Apakah memberi juga membuat kita bahagia? 

Di momen Natal mungkin kamu merasa tidak banyak menerima secara materi. Tapi coba ingat lagi kebaikan Allah yang kamu terima selama hidupmu.  

Natal juga menjadi kesempatan untuk wujudkan tindakan “memberi” yang bisa bahagiakan diri sendiri dan juga orang lain. 

Mengapa sangat penting untuk memberi? Lebih baik memberi atau menerima, ya? Mari kita lihat penjelasannya dalam artikel di bawah ini. 

Makna Memberi yang Dalam

Memberi artinya menyerahkan sesuatu atau melepaskan. Saat memberi artinya kita siap untuk menyerahkan dan melepaskan apa yang ada dalam diri kita. Apakah itu hal yang baik atau buruk.  

Saat Natal mungkin kita berpikir memberi itu hanya secara materi. Namun memberi bukan hanya soal materi. Kita bisa bagikan kasih dan harapan kepada orang lain. 

Kita juga memberi diri untuk melepaskan keinginan daging seperti keegoisan, segala sifat negatif, dendam dan amarah. Setelah kita memberi diri untuk melepaskan hal-hal yang negatif, kita akan merasakan bahagia.  

Memberi juga berarti menyerahkan apa yang kita miliki sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama. Memberi juga artinya berkorban karena saat memberi akan ada yang kita korbankan.  Seperti waktu, tenaga, pikiran bahkan materi, untuk menjadi berkat bagi orang lain. 

Alasan Memberi: Mengapa Penting untuk Memberi? 

Saat kita menerima sesuatu kita menjadi bahagia. Namun saat kita memberi bukan hanya kita yang bahagia tetapi orang lain juga bahagia karena apa yang kita berikan. Tanpa kita sadari kadang apa yang kita berikan sangat berarti dan bermanfaat bagi orang lain. 

Saat kita berikan senyuman, kata-kata positif yang membangun, tenaga, waktu, bahkan  materi. Ini membuat kita belajar bagaimana hidup kita bisa buat orang lain bahagia. Karena itu, kita bisa rasakan kebahagiaann karena memberi.  

Saat kita memberi ada zat Dopamin yang dilepaskan tubuh.  Dopamin sering disebut sebagai “molekul penghargaan” atau “zat kimia kebahagiaan”.  Dopamin adalah pemicu utama yang berikan rasa senang dan motivasi saat kita mengalami kebahagiaan. Saat memberi kita akan bahagia karena ada dopamin yang dilepaskan. 

Memang seringkali kita sulit untuk memberi, terutama soal materi. Kita merasa jika memberi apa yang kita miliki akan berkurang. Kita berpikir kalau memberi, kebutuhan sendiri tidak akan cukup.  

Padahal kebenarannya tidak seperti itu. Saat kita memberi tidak akan mempengaruhi apa yang kita miliki. Sebab apa yang kita punyai adalah pemberian Allah. 

Memberi merupakan hal yang sangat penting karena Allah telah lebih dahulu memberi pada kita. Selama hidup, tentu kita telah merasakan banyak sekali pemberian. Allah menciptakan kita. Ia memberikan kehidupan dan juga keluarga tempat kita bertumbuh.  

Ia juga berikan kasih-Nya yang amat besar untuk kita. Allah memelihara dan melindungi kita. Itulah pemberian yang telah kita rasakan. 

Pentingnya Menerima Kasih Allah  

Dalam kehidupan yang kita jalani, kita bisa merasakan kasih Allah dari semua pemberian-Nya dalam hidup kita.  Namun ada satu pemberian Allah yang tidak boleh kita abaikan jika ingin merasakan kasih-Nya yang mengubah hidup, yaitu melalui Yesus. 

Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah yang terbesar bagi manusia. Manusia yang berdosa membutuhkan kasih Allah yang menyelamatkan. Saat manusia jatuh dalam dosa, kita telah divonis hukuman kekal. Tidak ada pilihan lain. 

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23). 

Saat kita menerima kasih Allah, berarti kita telah menerima rahmat Allah yang menyelamatkan kita. Kasih Allah di dalam Yesus yang memampukan dan mendorong kita  untuk mau memberi yang terbaik kepada orang lain. 

Menikmati Momen Natal dengan Menerima dan Memberi 

Lalu, manakah yang lebih baik, menerima atau memberi? Keduanya sama-sama baik dan sangat penting. Sebab kita  telah menerima Kasih Allah yang begitu besar dan tak terbatas. Maka sudah selayaknya kita juga berikan kasih itu pada orang lain.  

“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yohanes 4:19). 

Natal menjadi momen yang memiliki dua sisi berbeda. Manusia berdosa bergembira karena tindakan kasih Allah. Inilah momen kita “menerima” rahmat terbesar sepanjang sejarah manusia.  

Yesus berikan hidup-Nya bagi kita melalui pengorbanan-Nya. Ia lahir ke dunia untuk berkorban bagi kita. 

Di sisi lain momen Natal juga jadi kesempatan bagi kita untuk wujudkan tindakan “memberi”. Karena kasih Allah yang telah kita terima. Kita bisa memberi diri untuk menjadi berkat bagi orang lain. Dan memberi hidup untuk melayani Tuhan.  

Kita bisa mulai memperhatikan tetangga terdekat, mulai tawarkan bantuan saat dibutuhkan. Kita juga bisa memberikan waktu untuk melayani Tuhan di lingkungan kita. Saat kita melayani dan membantu orang lain, kita juga sedang melayani Tuhan. 

Mari, Hidup dengan Menerima dan Memberi 

Dalam perjalanan kita mengenal Allah, hidup ini bukan hanya soal apa yang didapatkan. Tetapi apa yang bisa kita berikan.   

Seringkali kita terjebak dalam zona kenyamanan yang membuat kita tidak mau memberi. Namun kita akan merasakan bahagia saat kita bisa memberi untuk orang lain dan memberi hidup untuk Allah.  

Maukah kamu menerima kasih Allah dalam momen Natal ini? Apakah kamu mau mulai coba memberi untuk Allah dan menjadi berkat bagi orang lain? Mulailah dulu dengan menerima rahmat Allah dengan mengimani Yesus.  

Jika kamu mau tahu bagaimana cara menerima rahmat Allah, silakan hubungi kami. 

Bagikan artikel ini

Share on X (Twitter) Share on Facebook Share on Email Share on WhatsApp
Kategori: Masalah HidupTag: hadiah, makna, memberi, menerima, natal, yesus
Boleh pakai nama avatar/palsu aja

Boleh pakai nama avatar/palsu aja

0 Komentar
Paling lama
Terbaru
Inline Feedbacks
Baca Semua Komentar
  • Facebook
  • Instagram

Copyright © 2026 · My Harapan Sejati · Tentang Kami · All Rights Reserved · Powered by Mai Theme

wpDiscuz