Setiap orang tentu pernah terluka, rasanya sakit, bukan? Karena itu banyak orang berusaha agar tidak terluka.
Ada seorang gadis bernama Utari. Ia mengalami rasa kecewa, ayahnya selalu merendahkannya karena Utari tidak memiliki pekerjaan seperti yang diharapkan ayahnya. Ia hanya memendam rasa kecewanya dan tanpa disadari rasa itu telah berubah menjadi luka yang semakin dalam.
Luka, baik yang masih baru atau sudah lama, baik luka fisik maupun batin adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Namun hal ini juga yang paling ingin dihindari. Sebab terluka itu rasanya sangatlah tidak enak.
Waktu kita konflik dengan orang tua, teman atau pasangan, kadang ada kata-kata yang menyakitkan. Hal ini sering membuat hati kita terluka dan jika dibiarkan luka itu akan semakin dalam dan semakin sulit sembuh.
Tidak semua luka mudah disembuhkan. Jika kamu alami luka yang dalam dan ingin lukamu sembuh, bacalah artikel di bawah ini.

Bagaimana Jika Jalani Hidup Penuh Luka? Apakah Bisa Disembuhkan?
Saat terluka rasanya sakit, perih dan sangat mengganggu. Namun saat luka itu semakin sembuh, rasa sakitnya akan hilang, sekalipun bekasnya tetap ada.
Luka akan cepat sembuh bila cepat diobati. Sebaliknya, luka yang dibiarkan lama akan timbulkan infeksi dan sulit sembuh.
Demikian juga dengan hati. Mungkin hati kita terluka karena dikecewakan pasangan atau dikhianati sahabat dekat. Namun luka hati bisa disembuhkan, hanya cara penyembuhannya harus tepat.
Bagaimana Cara Menyembuhkan Luka di Hati
Kalau luka hati tidak disembuhkan, maka akan membuat hidup kita menderita. Ada cara untuk sembuhkan luka di hati, yaitu:
- Buka hati. Saat terluka kadang kita harus membuka lagi luka lama. Kita perlu memeriksa lagi di dalamnya, apakah ada kotoran yang menyebabkan infeksi berkepanjangan. Semua akar penyebab infeksi harus dikeluarkan. Dengan begitu luka akan cepat sembuh. Demikian saat kita membuka diri, akan lebih cepat mengalami pemulihan.
- Buat komitmen dari dalam diri untuk bisa sembuh. Juga tidak mengingat-ingat lagi hal yang menyakitkan agar kamu bisa sembuh total.
- Berani untuk mengampuni orang yang telah melukaimu. Saat kita melepaskan pengampunan, maka luka itu akan semakin pulih.
- Minta pertolongan Sang penyembuh luka dalam doamu. Dialah Yesus yang telah berikan hidup-Nya untukumu. Dia rela mengalami luka dan derita, namun luka-Nya telah sembuhkan lukamu. Dia yang akan pulihkan hidupmu dengan tuntas.

Kisah Menuju Bukit Penuh Derita
Setelah alami hari yang lelah dan penuh kesakitan, Yesus memikul salib itu sebagai seorang terhukum. Ironis sekali, sebab Yesus harus menanggung hukuman bukan karena kesalahan-Nya.
Jalan Salib itu Yesus lalui bukan dengan kemudahan, tapi dengan luka dan rasa sakit akibat hinaan dan cambukan yang tanpa henti. Semua dilalui-Nya untuk sebuah tujuan agung, yaitu pengampunan dosa bagi seluruh umat manusia.
Dalam kesakitan-Nya, Yesus berkata, “sudah selesai”. Manusia yang berdosa terbebas dari hukuman dan beroleh rahmat keselamatan.
Yesus dikuburkan, namun sebuah peristiwa terjadi pada hari ketiga setelah kematian-Nya. Kubur Yesus telah kosong. Kubur kosong itu menjadi saksi bahwa Yesus sudah bangkit.
Bukit itu menjadi saksi, betapa besarnya Kasih Allah bagi umat manusia. Jalan keselamatan Allah telah dinyatakan sesuai rencana-Nya.
“Tetapi Allah menunjukkan besarnya kasih-Nya kepada kita, karena Kristus mati untuk kita pada waktu kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Luka Yesus: Bukti Kasih dan Pengampunan
Allah memang mengambil jalan luka untuk memberi kehidupan dan pemulihan bagi kita, umat yang dikasihi-Nya. Melalui Yesus, Allah memilih Jalan penuh derita untuk menyelamatkan manusia. Yesus alami rasa sakit dan penderitaan. Dia terluka untuk membebaskan kita dari hukuman akibat dosa.
Sebuah fakta yang tak dapat dihindari manusia ialah …
- Manusia sudah jatuh dalam dosa (Roma 3:23)
- Manusia harus menerima hukuman akibat dosa (Roma 6:23a)
- Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri (Efesus 2:8-9)
Karena kasih-Nya yang amat besar, Yesus telah mengubah fakta yang harus diterima manusia. Penderitaan yang Yesus alami di kayu salib telah menyelamatkan manusia dari kebinasaan akibat dosa.
Tapi bukan hanya itu, kasih-Nya juga telah membalut, menyembuhkan dan memulihkan hidupmu.
“… betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus …” (Efesus 3:18-19).
Yesus mengundang siapapun yang terluka untuk datang pada-Nya agar kita memperoleh kekuatan, pengampunan, kesembuhan, dan pemulihan. Maukah kamu datang pada Yesus dan luka hatimu disembuhkan?
Silakan hubungi kami jika kamu ingin disembuhkan dari lukamu.

