Suatu hari Rasti menunggu di pinggir pelabuhan, berharap hari ini pacarnya akan datang seperti janjinya. Setiap kapal melintas, penuh harap dalam hati, itu adalah kapal dari orang yang dikasihinya.
Ia hanya menunggu, namun tidak pernah ada kepastian. Tidak ada kepastian kapan orang terkasihnya akan datang. Tidak pernah ada kabar, karena setiap kali dihubungi HP nya selalu tidak aktif. Kini yang ada hanyalah rasa gelisah. Harapan hanyalah tinggal harapan.
Penantian dalam ketidakpastian rasanya tidak enak, bukan?
Dalam hidup, kita juga sering hadapi ketidakpastian. Juga tentang nasib kita kelak di akhirat. Apa yang akan terjadi setelah dunia ini berakhir?
Di tengah ketidakpastian itu, ada satu hal yang pasti, yaitu janji Allah bagi umat yang dikasihi-Nya. Apa janji Allah bagi umat-Nya? Mari baca artikel di bawah ini.

Ketidakpastian Dunia Akibat Dosa
Kita hidup di tengah dunia yang tidak pasti. Ketidakpastian itu ibarat kabut tebal. Kita bisa melihat jalan di depan tapi tidak bisa melihat dengan jelas.
Saat jalani hubungan pacaran, semua seakan baik-baik saja. Tapi hubungan ini bisa tiba-tiba putus karena berbagai alasan. Kita juga berusaha mencari pekerjaan tapi tidak tahu pasti kapan akan dapatkan pekerjaan yang sesuai harapan.
Seperti itulah ketidakpastian dalam hidup. Ada banyak kekuatiran, kegelisahan, rasa takut yang membuat hidup menjadi tidak tenang. Tak heran banyak orang zaman ini menderita insomnia atau gangguan tidur.
Tidak ada yang bisa berikan jaminan dan kepastian jika kita mencarinya di dunia ini. Meski hari ini sehat tapi belum pasti besok kita masih ada di dunia ini.
Apa yang akan terjadi pada diri kita pada satu bulan ke depan atau pada akhir tahun nanti? Tidak ada manusia yang tahu pasti.
Begitu juga di akhirat. Banyak orang tidak tahu pasti bagaimana nasibnya di akhirat kelak. Apakah ia dapat selamat atau tidak? Karena itulah manusia berusaha mencari cara dengan jalannya sendiri untuk bisa selamat dan masuk Surga-Nya.
Jadi bagaimana kita bisa dapatkan kepastian keselamatan di akhirat kelak?

Usaha Manusia untuk Bisa Selamat
Manusia sering kali berusaha mencari kepastian hidup dengan usahanya sendiri. Berusaha menggapai keselamatan di akhirat melalui usaha dan perbuatan baik juga beribadah. Kita anggap ini sudah cukup. Namun, segala upaya tersebut terasa sia-sia karena dosa telah menjadi penghalang.
“Kita tahu benar bahwa tidak seorang pun dinyatakan benar oleh Allah karena ia menjalankan hukum agama. Orang dinyatakan benar oleh Allah hanya kalau ia percaya kepada Yesus Kristus” (Galatia 2:16, BIS).
Seperti kita sedang berenang di pantai, lalu kita terseret ombak yang sangat besar sampai ke tengah lautan. Kita berusaha menggapai tepi pantai agar selamat. Namun ombak sangat kuat dan ada pusaran air di tengah lautan yang amat kuat terus menyeret semakin jauh dari pantai.
Tidak ada jalan lain, kita membutuhkan orang lain sebagai Penyelamat. Kita membutuhkan bantuan agar kita bisa selamat mencapai tepi pantai.
Janji Keselamatan Allah yang Memberikan Kepastian
Allah memahami bahwa manusia hidup dalam kebingungan dan kekhawatiran akan nasibnya di akhirat kelak. Karena itulah, Ia berikan sebuah kepastian melalui “Janji Keselamatan”. Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Allah telah menyiapkan jalan benar melalui satu Pribadi, yaitu Yesus.
“Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal [Yesus], supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup sejati dan kekal” (Yohanes 3:16, BIS).
Di tengah ketidakpastian dunia, ada janji Allah yang memberikan jaminan kepastian. Kepastian bahwa kita akan mendapatkan keselamatan di akhirat kelak. Karena itu kita bisa menjalani hidup ini dengan tenang tanpa khawatir tentang keselamatan kita.

Jaminan Keselamatan Melalui Yesus
Melalui Yesus, Allah datang ke dunia untuk menawarkan kepastian yang nyata. Ia menempuh jalan penderitaan, disalibkan, dan mati demi satu tujuan mulia: keselamatan manusia. Yesus telah memberikan jaminan keselamatan melalui pengorbanan-Nya.
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).
Hanya Yesus satu-satunya jalan yang dapat menuntun manusia pada keselamatan kekal, tidak ada jalan lainnya.
Dia berkata, “Akulah (Yesus) jalan untuk mengenal Allah dan untuk mendapat hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6 BIS).
Kini, kita tidak perlu lagi menunggu hingga akhir zaman hanya untuk tahu nasib kita nanti. Ada janji yang layak kita percayai sepenuhnya dari Allah. Maukah kamu menerima janji kepastian itu hari ini?
Ikutilah doa ini:
Allah Sang Pencipta, saya menyadari bahwa saya orang berdosa. Saya tidak sanggup menyelamatkan diri dengan usaha saya sendiri. Saya bersyukur karena ada janji keselamatan yang Allah berikan sehingga saya mendapatkan jaminan kepastian di akhirat kelak. Saya mengakui semua dosa saya, dan memohon Allah mengampuni dosa saya. Saya ingin mengimani janji keselamatan yang Allah berikan dan mengimani Yesus sebagai Juruselamat dalam hidup saya. Amin.
Jika kamu sudah mengikuti doa di atas dan ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan hubungi kami.

