Perjalanan hidup ibarat membuka sekotak permen aneka rasa. Ada rasa manis, asam, pedas bahkan pahit. Harapan kita pasti ingin dapatkan rasa permen yang manis. Tapi kadang kita juga harus menerima, saat harus mengecap rasa yang pedas dan pahit.
Di kehidupan ini kita pun sering harus rasakan hal yang pahit. Seperti kisah Salma di bawah ini:
Salma adalah seorang gadis yang tinggal disebuah kota kecil. Ia telah menjalani hubungan serius dengan pacarnya, Sony, selama lima tahun. Tapi akhir-akhir ini hubungan mereka memburuk. Setiap pertemuan selalu diakhiri dengan konflik.
Hati Salma menjadi galau, padahal ia sudah merasa cocok dengan Sony. Puncaknya saat Salma tahu dari temannya bahwa Sony sudah pernah menikah dan merahasiakannya selama ini. Kebohongan ini membuat Salma merasa hancur dan bingung. Salma merasa takut akan masa depannya kelak dan malu dengan pandangan orang disekitarnya.
Banyak di antara kita pernah mengalami hal yang sama. Bagaimana cara mengatasi masalah yang Salma dan banyak dari kita hadapi?
Mengenal Pribadi yang Memulihkan
Tak bisa dipungkiri dalam hidup pun kita sering rasakan hal yang pahit. Apa yang terjadi dalam hidup seringkali tidak sesuai dengan yang diharapkan. Semua hal ini membuat hidup kita terpenjara oleh rasa sakit dan kecewa.
Namun ada Pribadi yang berkuasa yang bisa memulihkan hidup kita. Kuasa-Nya memberikan pengharapan di tengah kesesakan yang kita alami.
Jika ingin tahu tentang Pribadi itu, silakan baca lebih lanjut.

Dosa Telah Merusak Hubungan/Relasi
Relasi antar manusia seringkali tidak berjalan dengan baik. Bahkan hubungan yang awalnya baik bisa hancur dan terputus.
Dosa telah merusak hubungan yang telah diciptakan oleh Allah. Ada banyak hubungan yang telah rusak akibat dosa, seperti konflik antara orang tua dan anak, terjadinya perceraian, pertengkaran bahkan kebencian. Artinya, akar dari semua perilaku atau tindakan tidak benar dan menyakiti adalah dosa.
Kita tentu tidak mau terus menerus hidup dalam hubungan yang rusak, bukan? Karena itulah pemulihan sangat diperlukan dalam hubungan yang telah rusak ini.
Salma dan Perempuan Samaria
Pengalaman pahit Salma ini sebenarnya mencerminkan sebuah kisah lama yang terjadi di tepi sebuah sumur di Samaria. Ia adalah gambaran jiwa yang lelah karena persembunyian, ada rasa takut dan malu serupa dengan apa yang dirasakan Salma saat ini.
Kisah di bawah ini memberikan petunjuk tentang kuasa/Pribadi yang memulihkan.

Kisah Perempuan Samaria
Pertemuan Yesus dengan seorang perempuan Samaria di tepi Sumur, bukanlah hal yang tidak disengaja. Ini adalah pertemuan yang disengaja. Yesus sengaja melintasi daerah yang dihindari banyak orang karena penduduk daerah itu dianggap najis.
Di sanalah Yesus bertemu dan bercakap-cakap dengan perempuan itu. Yesus menggali lebih dalam kehidupan perempuan tersebut yang alami kekosongan hidup dan hati yang penuh luka.
Sebagai orang Samaria yang dikucilkan, perempuan ini memikul beban sosial yang berat. Terlebih ia hidup dengan laki-laki yang bukan suaminya. Ia adalah perempuan yang dianggap hina dalam masyarakat.
Namun percakapan dengan Yesus di tepi sumur itu telah mengubah hidup perempuan Samaria itu. Ia memiliki pengharapan baru.
Yesus menyadarkan akan keadaannya yang sesungguhnya sehingga perempuan itu bisa alami pemulihan oleh kuasa Yesus.
Kuasa-Nya yang Memulihkan
Penyebab rusaknya hubungan manusia adalah dosa. Karena itu yang paling utama untuk diselesaikan lebih dahulu adalah dosa itu sendiri. Melalui Yesus, Allah telah berikan jalan yaitu pengampunan dosa. Inilah cara agar manusia mendapatkan pemulihan dalam hidupnya.
Saat kita tidak menemukan jalan keluar, Yesus hadir membawa solusi. Ia memiliki kuasa Ilahi yang dibuktikan melalui hidup-Nya yang tanpa cela. Yesus bukan hanya tidak berdosa, tetapi Ia berkuasa mengampuni dosa.
“’Tetapi Aku akan membuktikan kepadamu bahwa di atas bumi ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” (Markus 2:10).
Yesus memiliki kuasa yang hanya layak dimiliki oleh Allah. Siapakah yang berkuasa mengampuni dosa selain Allah? Ini membuktikan siapa Yesus sebenarnya.
5 Langkah Lepas dari Kepahitan dan Alami Pemulihan
Jika ingin alami pemulihan hubungan dan lepas dari kepahitan, hal yang bisa dilakukan ialah:
- Bukalah diri dan hati untuk berdamai dengan keadaan yang ada. Akuilah bahwa kamu memang terluka. Saat kita membuka hati maka hidup akan menuju pemulihan. Ketika kita percaya pada Yesus, hati yang terbuka akan dipulihkan.
- Fokus pada masa depan bukan masa lalu. Jangan mengungkit kembali kejadian menyakitkan di masa lalu. Fokus untuk melangkah dan memulai masa depan yang lebih baik. Karena masa depanmu ada dalam campur tangan Allah.
- Melakukan kegiatan yang bisa ciptakan memori positif. Membaca buku atau artikel rohani atau video rohani bisa menciptakan memori positif yang berikan kita kekuatan.
- Berpikir positif bahwa semua masalah sulit ini akan berlalu. Yakinlah bahwa kamu tidak berjalan sendirian. Allah selalu bersamamu.
- Terus berdoa kepada Allah, memohon kekuatan dari-Nya. Yakin bahwa Allah sanggup melepaskan kamu dari kepahitan yang dialami. Melalui Yesus, Allah akan pulihkan hidupmu.

Relasi yang Dipulihkan
Dosa tidak hanya merusak hubungan manusia dengan sesamanya. Tetapi juga memisahkan manusia dari Sang Pencipta yang Suci. Manusia telah terpisah dari Allah. Namun, melalui Yesus, Allah telah mendamaikan dan memulihkan kembali relasi yang rusak tersebut.
“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya” (2 Korintus 5:18).
Kedatangan-Nya ke dunia, penderitaan-Nya, hingga kematian-Nya di kayu salib bertujuan untuk memulihkan hubungan yang rusak. Yesus telah pulihkan hubungan yang rusak antara Allah dan manusia juga hubungan manusia dengan sesamanya. Karena itulah Yesus sanggup memulihkan hidup kita.
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).
Berimanlah pada Yesus agar bisa rasakan hidupmu dipulihkan!
Bagaimana dengan hidupmu saat ini? Apakah kamu mau hidupmu dipulihkan oleh Pribadi yang berkuasa itu? Hubungi kami jika ingin berdiskusi lebih lanjut.

