• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
My Harapan Sejati

My Harapan Sejati

  • Ruang Curhat
  • Artikel
  • Temukan Harapan
  • Alkitab

Boros atau Pelitkah Saya Dalam Kasih?

04-02-2026

Saat pergi ke Mall atau resto, kamu sudah rasakan nuansa yang berbeda. Ya, nuansa warna merah muda sudah terlihat dimana-mana. Semuanya dihiasi oleh ornamen love berwarna pink.  

Banyak orang mencari coklat dan berbagai hadiah, seperti bunga dan boneka yang dibungkus indah dalam nuansa serba pink dan siap untuk diberikan pada orang terkasihnya. Wah, ini mengingatkan kita bahwa kita sudah tiba di bulan kasih sayang.  

Bulan Februari sering disebut sebagai bulan kasih sayang dan penuh cinta. Ya, kita sering menyebutnya dengan “Valentine Day”. Rasanya, bagi sebagian besar orang, hari Valentine sudah sangat “wajib” dirayakan. Mungkin banyak orang anggap hari ini adalah” Hari untuk Mencintai”.  

Apa saja yang biasanya kamu lakukan untuk tunjukan kasih sayang pada orang terkasih? Apakah kamu sudah cukup memberikan kasih sayang pada orang lain? 

Mengapa Kasih Sangat Penting  

Kasih adalah salah satu kebutuhan utama manusia. Tidak ada satupun manusia yang bisa hidup tanpa kasih. Kasih bukan hanya buat kita bahagia. Tetapi juga orang lain akan bahagia karena kasih. Dengan kasih kita bisa membangun hubungan yang baik dengan orang lain.  

Apa yang terjadi jika saling membenci  dengan teman atau keluarga? Tentu rasanya sangat tidak enak, kita akan menghindar, gelisah dan tidak ada bahagia.  

Jadi dengan membagikan kasih, kita dan orang lain akan bahagia. 

Valentine: Ekspresi Kasih Sayang Pada Sesama 

Bagi sebagian orang, momen “Valentine Day” wajib dirayakan sebagai ekspresi kasih sayang. Hal ini tidak salah dilakukan. Karena siapapun bebas untuk ekspresikan rasa cintanya kepada orang terkasihnya. 

Ada banyak sekali ekspresi kasih sayang yang kita dapat berikan. Misalnya, 

  • Saat kita dengarkan teman yang sedang dalam masalah. 
  • Ketika berikan waktu untuk mendengarkan, mengucapkan kata-kata motivasi dan mendoakannya.  
  • Dengan memberi apa yang kita punya. Seperti makanan, uang, barang atau lainnya dan ada banyak tindakan kasih yang bisa kita berikan bagi orang lain. 

Lalu kepada siapakah kita menyatakan kasih sayang kita? Apakah hanya kepada orang terdekat atau orang yang kita kasihi? 

Firman Tuhan mengatakan, “Perintah kedua sama dengan yang pertama itu: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri” (Matius 22:39, BIS). 

Kita harus mengasihi sesama, tapi siapakah sesama kita? 

Menyatakan kasih ternyata tidak hanya kepada orang yang kita kenal atau kasihi. Tentu kita bisa nyatakan kasih pada orang yang kita kasihi. Namun kita juga tetap harus mengasihi orang yang tidak kita kenal. 

Yesus ajarkan  kita tentang siapa saja orang yang harus kita kasihi melalui kisah orang Samaria yang baik hati. 

Kisah Orang Samaria 

Ada seorang pria (orang Yahudi) yang berjalan dari Yerusalem ke Yerikho. Jalan yang dilalui terkenal berbahaya dan banyak perampok. Pria itu dirampok, dipukuli, dan ditinggalkan dalam keadaan sekarat di pinggir jalan.  

Ada dua orang yang seharusnya menjadi teladan kasih, yaitu seorang imam dan seorang Lewi (pemuka agama), lewat di jalan itu. Namun, ketika mereka melihat pria yang terluka, mereka tidak menolong. Mereka berdua “melewatinya dari seberang jalan.” 

Kemudian, seorang Samaria lewat. Secara historis, orang Yahudi dan orang Samaria saling bermusuhan.  Mereka saling membenci karena perbedaan ras, agama, dan tradisi. Namun, ketika orang Samaria itu melihat pria yang terluka, “tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” 

Orang Samaria itu mendekati pria itu dan membalut luka-lukanya, menuangkan minyak dan anggur (yang digunakan sebagai obat pada zaman itu). Ia menaikkan pria itu ke atas keledainya dan membawanya ke penginapan. Ia merawatnya sepanjang malam.  

Keesokan harinya, ia memberikan dua dinar (jumlah yang cukup untuk beberapa hari) kepada pemilik penginapan, meminta agar pria itu dirawat. Ia juga berjanji akan membayar biaya tambahan apa pun ketika ia kembali. 

Apakah Kita Perlu Mengasihi Musuh? 

Yesus juga mengajarkan agar kita mengasihi orang yang berbuat jahat dan menyakiti kita ataupun musuh, “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).  

Inilah keajaiban kasih, kita mampu kasihi musuh karena kita telah menerima kasih Yesus. Kasih Yesus yang mampukan kita mengasihi mereka yang tidak mengasihi kita. 

Pelitkah Saya dalam Mengasihi? 

Mungkin terlintas dalam pikiran kita, mengapa saya harus mengasihinya? Apa yang saya dapatkan jika saya mengasihi orang lain? Kadangkala kita menjadi sangat pelit dalam hal mengasihi.  Lalu perlukah kita “boros” dalam hal mengasihi? 

Istilah “boros” yang sering kita dengar identik dengan makna negatif, seperti boros dalam hal uang atau habiskan banyak uang secara berlebihan. Namun, dalam hal  mengasihi, sepertinya kita juga perlu”boros”.  

Seringkali sangat mudah bagi kita belanjakan uang dan memboroskannya untuk hal-hal yang dianggap penting dan sangat dibutuhkan. Lalu bagaimana dengan membagikan kasih kita? Pelitkah kita dalam membagikan kasih? 

Contoh: Saat kita dengarkan teman yang sedang dalam masalah. Ini menunjukan tindakan kasih. Kita memberikan waktu untuk mendengarkan, mengucapkan kata-kata motivasi dan mendoakannya.  

Kadangkala kita juga bisa menyatakan kasih dengan memberi apa yang kita punya. Seperti makanan, uang, barang atau lainnya dan ada banyak tindakan kasih yang bisa kita berikan bagi orang lain. 

Sebab mengasihi adalah tindakan yang bisa kita lakukan tanpa batasan. Karena kasih Allah pun tak terbatas dalam hidup kita. 

Kasih Allah yang Berlimpah dan “Boros” 

Allah adalah Kasih. Dia berikan kasih yang tak terbatas, tanpa syarat dan sempurna. Allah “memboroskan” kasih-Nya yang sangat berlimpah tanpa memikirkan apakah kita layak atau tidak menerima kasih-Nya.  

 “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya (Yesus) sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). 

Puncak kasih Allah bagi manusia ialah pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan manusia dari hukuman akibat dosa. 

“Tetapi Allah, Penyelamat kita menunjukkan kasih dan kebaikan hati-Nya kepada kita. Ia menyelamatkan kita, bukan karena kita sudah melakukan sesuatu yang baik, melainkan karena Ia sendiri mengasihani kita…” (Titus 3:4-5, BIS). 

Kita bahkan sudah rasakan kasih Allah yang nyata dalam hidup kita, maka boroskanlah! Jangan terlalu pelit untuk memboroskan kasih pada orang di sekitar kita. 

Kasih adalah kisah yang tak akan pernah berakhir. Mari kita tunjukan kasih kita dengan kata-kata dan tindakan yang membuat kita dan juga orang lain bahagia. 

Maukah kamu menjadi boros dalam hal membagikan kasih? Percayalah, kasih yang kamu bagikan sangat berharga bagi setiap orang lain!  

Jika kamu mau berdiskusi, senang sekali. Silakan hubungi kami. 

Bagikan artikel ini

Share on X (Twitter) Share on Facebook Share on Email Share on WhatsApp
Kategori: HubunganTag: cinta, kasih, Tuhan, valentine
Boleh pakai nama avatar/palsu aja

Boleh pakai nama avatar/palsu aja

0 Komentar
Paling lama
Terbaru
Inline Feedbacks
Baca Semua Komentar
  • Facebook
  • Instagram

Copyright © 2026 · My Harapan Sejati · Tentang Kami · All Rights Reserved · Powered by Mai Theme

wpDiscuz